Dari berbagai pengalaman diri, orang lain maupun hayalan

Saturday, December 15, 2018

Bidadari Impian

BIDADARI IMPIAN
Oleh: A. Fadhillah
(Mahasiswa STAIL)


Brakkk .... suara badan fahmi saat direbahkan diatas kasur. Setelah melakukan aktivitas, selama seharian yang melelahkan. Huuuhhhff suara nafas lega.
fahmi???panggil ummi dibalik pintu kamar fahmi. cepetan nak! Ini sudah jam berapa?
iya mi, sebentar lagi. Fahmi sedang pakai minyak rambut dulu.
ummi tunggu ya!
Ditatapnya cermin , seolah ia tidak percaya akan melakukan ijab qabul. Sembari hatinya gemetar dicampur dengan senang, Seakan hatinya tengah konflik. Entahlah bagaimana mengungkapkannya. Namun, hal itu dapat dirasakan.
Dengan mengucapkan bismillahirrahmaanirrahiimi  kemudian tarik nafas  dan dibuang sambil memejamkan mata.
fahmi??dikagetkannya fahmi oleh suara ummi dibalik pintu kamar.
iya mi. Fahmi sudah siap
Dibukakannya pintu kamar mi. Ko deg-degan yah
Dikepakkanya tangan kanan umi seolah menghilangkan  sesuatu didepan wajah. ahh biasa itu nak. Sudahlah ayo kita berangkatajak ummi sambil menarik tangan kirinya  fahmi .
Tak lama fahmi, ummi dan juga rombongan sampai dilokasi ijab qabul (mesjid yang tidak jauh dari rumah mempelai wanita). Selama perjalanan, fahmi tidak merasakan lelahnya perjalanan. Karna, antara senang dan resah saling berlawanan dalam batinnya. 
Sebentar lagi ia akan memiliki bidadari impiannya yang selama ini di dambakannya. Padahal tidak pernah melihat wajah aslinya, melainkan hanya dua mata dan dua telapak tangan. Selebihnya ia tidak mengetahui.
Fahmi pun duduk didepan meja setinggi betis orang dewasa yang sudah disediakan panitia. Disekeliling fahmi sudah banyak jamaah, saksi dan juga penghulu yang duduk tepat berhadapan dengan fahmi, namun terhalangi dengan meja didepannya.
Tidak lama fahmi menunggu, sekitar 7menit kurang lebih. Datanglah mempelai wanita sang bidadari impian mengenakan baju pengantin berwarna putih. Dengan kerudung dipenuhi kelap-kelip permata buatan, serta niqab yang juga menambah keindahan diwajahnya. Berjalan dengan perlahan menghampiri tempat duduk disamping fahmi dengan dituntun ibu dari mempelai wanita dan seorang kerabatnya.
Tingggg suasana berubah 180 derajat, kupu-kupu berterbangan, keadaan sekitar mendadak menjadi sebuah taman dengan bunga-bunga yang memiliki kilauan cahaya. Entah tumbuhan apa itu. Dari kejauhan fahmi melihat senyumnya yang manis nan indah, sehingga keadaan sekitar yang sudah indah pun kalah dengan senyumnya sang bidadari impian. Fahmi melihat senyumnya lewat dua bola mata yang tadinya bulat, kemudian kelopak matanya menutupi sebahagian sedikit tengahnya. Bulu mata riasnya yang lentik, sesekali sang bidadari impian mengedipkan matanya. Terlihat indah, bintang-bintang pun bertaburan keluar setelah kepakan dua kelopak mata sang bidadari impian.
wahai bidadari ku. Bolehkan kuraih tanganmu?
Bidadari impian fahmi menjawab dengan isyarat anggukan kepala seolah mengatakan iya
Dilihatnya tangan yang indah dihiasi dengan hena bermotiv bunga disekeliling punggung kedua tangannya ditambah kuku yang dihiasi kilauan seolah permata kecil. Sehingga membuat siapapun yang melihatnya akan terngangah dengan membuka mulut.
Diangkatnya kedua tangan bidadari impian oleh fahmi dan dengan maksud untuk menempatkan sebentar dibibirnya.
fahmi????!!apa-apaan kamu ini? Ngigo?teriak ummi disamping kasur fahmi sambil dijewernya hidung fahmi.
ummi. Apa sih mi? ngeganggu aja.Jawab fahmi sambil mengelus-elus hidungnya yang sakit.
kamu tuh kenapa, tidur senyam-senyum. Ummi teriakin dari luar kamarmu. Ga nyaut-nyaut.
hehe gitu yah mi?.
sudahlah. Ayo cepat!! Waktunya makan malam.

 Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, samudera, langit, senja, luar ruangan, air dan alam

No comments:

Post a Comment